Industri retail Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia menghadapi tantangan tingginya beban biaya penyimpanan yang berkisar antara 15-25% dari total biaya operasional, utamanya akibat manajemen persediaan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi sistem Just-In-Time (JIT) dalam mengurangi biaya penyimpanan pada konteks spesifik industri retail FMCG di Indonesia. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus diterapkan pada tiga perusahaan ritel FMCG skala menengah di wilayah Jabodetabek. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi terstruktur, dan analisis dokumen laporan keuangan serta catatan persediaan periode 2023-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi JIT berhasil menurunkan biaya penyimpanan rata-rata sebesar 31,2%, meningkatkan inventory turnover ratio sebesar 62,6%, serta mengurangi tingkat produk rusak atau kadaluarsa hingga 57,1%. Simpulan penelitian mengindikasikan bahwa JIT efektif diterapkan dengan syarat adanya koordinasi dan kemitraan yang kuat dengan pemasok, dukungan sistem informasi yang terintegrasi, serta komitmen penuh dari manajemen puncak. Implikasi studi ini menekankan pentingnya adaptasi prinsip JIT dengan mempertimbangkan karakteristik hubungan bisnis lokal dan kendala infrastruktur logistik di Indonesia.
Copyrights © 2026