Perayaan Galungan memiliki makna mendalam baik secara vertikal (hubungan manusia dengan Tuhan) maupun horizontal (hubungan antarindividu). Penelitian ini menggunakan metode etnografi untuk mengeksplorasi dimensi sosio-religius dalam perayaan tersebut, dengan fokus pada keseimbangan hubungan vertikal dan horizontal dalam masyarakat Bali. Temuan menunjukkan bahwa tradisi ini tidak hanya memperkuat spiritualitas individu, tetapi juga kohesi sosial, sekaligus mampu beradaptasi dengan tantangan modernisasi tanpa kehilangan nilai-nilai inti.
Copyrights © 2025