Pelestarian budaya Tionghoa di Indonesia menghadapi tantangan akibat urbanisasi, modernisasi, dan menurunnya keterlibatan generasi muda. Kelenteng Boen Tek Bio di Tangerang sebagai salah satu situs budaya tertua komunitas Cina Benteng, menyimpan nilai sejarah, sosial, dan spiritual yang penting, namun berisiko mengalami degradasi makna jika tidak diadaptasi dengan pendekatan pelestarian yang kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan desain kolaboratif berbasis pendekatan Design Thinking dalam strategi pelestarian budaya di Boen Tek Bio. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi langsung, dan wawancara semi-terstruktur dengan pengurus dan komunitas kelenteng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan generasi muda masih terbatas pada aspek seremonial dan belum menyentuh pemahaman budaya yang mendalam. Dengan menerapkan tahapan Design Thinking—mulai dari empati, ideasi, hingga prototipe solusi—penelitian ini menghasilkan rekomendasi program pelestarian berbasis pengalaman, digitalisasi budaya, dan mentorship antar generasi. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat partisipasi komunitas, menciptakan ruang pewarisan budaya yang adaptif, dan menjaga relevansi identitas budaya Cina Benteng di tengah perubahan zaman.
Copyrights © 2025