Studi kasus kualitatif terhadap seorang guru matematika ini mengkaji bagaimana guru ini mengidentifikasi kesalahan dari 31 siswanya dalam menyajikan diagram batang. Lebih lanjut, studi ini mengkaji proses refleksi yang dilakukan guru ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesalahan siswa. Proses refleksi ini penting untuk memperbaiki desain pembelajaran guru dan mendukung pengembangan literasi statistik siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui pemberian tes kepada seluruh siswa dan pelaksanaan wawancara dengan guru. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa terdapat enam kategori kesalahan siswa saat menggambar diagram batang, yaitu: salah meletakkan titik 0 di atas sumbu x, penanda skala tidak jelas, interval tidak konsisten, salah estimasi, salah posisi awal skala, dan skala yang hilang. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa kesalahan-kesalahan ini dipengaruhi oleh media pembelajaran yang kurang relevan, siswa yang kurang aktif, dan pengalaman siswa yang kurang memadai. Oleh karena itu, berdasarkan refleksi guru, empat jenis perbaikan akan diterapkan untuk pembelajaran di masa mendatang. Perbaikan tersebut adalah aktivitas berjenjang dan terarah, pembelajaran yang interaktif, penggunaan media pembelajaran yang relevan, dan prediksi kesalahan siswa. Penelitian ini menyarankan bahwa analisis kesalahan harus diintegrasikan sebagai komponen kunci dalam meningkatkan desain pembelajaran untuk semua topik matematika sekolah. Proses identifikasi kesalahan dan refleksi pembelajaran ini dapat menjadi praktik yang baik bagi guru matematika lainnya.
Copyrights © 2025