Sifilis maternal merupakan masalah kesehatan global dengan jutaan kasus baru setiap tahun. Diagnosis sering terkendala oleh gejala yang tidak khas serta keterlambatan penatalaksanaan akibat keterbatasan benzathine penicillin. Penelitian ini merupakan laporan kasus deskriptif pada seorang pasien hamil dengan sifilis yang dirawat di salah satu RSUD Jakarta Timur. Data diperoleh melalui telaah rekam medis, wawancara, serta hasil pemeriksaan laboratorium dan ultrasonografi. Perempuan berusia 39 tahun, G3P2A0, hamil 28 minggu, memiliki riwayat obstetri buruk dan didiagnosis sifilis berdasarkan hasil VDRL dan TPHA reaktif. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan oligohidramnion dan dugaan mikrosefali. Terapi tidak segera diberikan karena stok benzathine penicillin tidak tersedia, sehingga terjadi persalinan prematur dengan bayi menunjukkan tanda sifilis kongenital dan meninggal dalam 24 jam pertama. Keterlambatan diagnosis dan pengobatan sifilis maternal dapat menimbulkan komplikasi serius pada kehamilan. Skrining antenatal yang rutin, edukasi pasangan, serta ketersediaan terapi yang merata menjadi langkah penting dalam pencegahan sifilis kongenital.
Copyrights © 2025