Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal secara progresif yang menyebabkan defisiensi eritropoietin dan anemia. Di sisi lain, terapi hemodialisis jangka panjang sering berdampak pada penurunan kualitas hidup penderita karena kelelahan, pembatasan aktivitas, dan stres psikososial. Hubungan antara kadar hemoglobin dan durasi hemodialisis terhadap kualitas hidup masih menjadi perdebatan dalam berbagai penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dan lama hemodialisis terhadap kualitas hidup penderita GGK. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dari rekam medis, wawancara, dan kuesioner WHOQOL-BREF versi Bahasa Indonesia , dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistic versi 25. Sebanyak 159 penderita GGK yang menjalani hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta diikutsertakan melalui teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank untuk variabel numerik. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat rendah antara kadar hemoglobin dan lama hemodialisis (p=0,390; r=0,069). Sementara itu, lama hemodialisis juga memiliki hubungan positif yang sangat lemah dengan kualitas hidup pasien (p=0,170; r=0,109). Hal ini menandakan bahwa kadar hemoglobin maupun lama hemodialisis bukan faktor utama penentu kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis.
Copyrights © 2025