Isu mengenai kesehatan gigi dan mulut masih merupakan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, yang ditunjukkan oleh tingginya kasus karies dan penyakit gusi (gingiva). Kondisi ini seringkali berakar dari minimnya kesadaran akan pentingnya higiene oral. Sebagai langkah alternatif, bahan alami seperti biji pinang (Areca catechu L.) dapat dimanfaatkan. Biji pinang dikenal mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki sifat antiseptik dan antibakteri. Penelitian ini dilaksanakan dengan maksud untuk merumuskan dan mengevaluasi sediaan obat kumur yang menggunakan ekstrak biji pinang sebagai solusi untuk menjaga kesehatan oral. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif analitik dengan desain eksperimental cross-sectional. Pengujian yang dilakukan meliputi uji organoleptik, penentuan derajat keasaman (pH), dan pengujian daya hambat antibakteri terhadap bakteri mulut menggunakan teknik difusi sumuran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga formula (F1 2,5%; F2 5%; F3 7,5%) memiliki karakteristik yang sesuai, yaitu berbentuk cairan dengan aroma mint dan memiliki pH 6. Formula-formula ini menghasilkan zona hambat masing-masing sebesar 4,5 mm, 5,5 mm, dan 6,5 mm. Secara spesifik, Formula 3 (F3) menunjukkan aktivitas antibakteri tertinggi. Disimpulkan bahwa ekstrak biji pinang memiliki potensi besar untuk dijadikan bahan alami yang efektif dalam formulasi obat kumur untuk perawatan oral rutin.
Copyrights © 2025