Proses penyambungan merupakan salah satu tahapan penting dalam lini produksi yang secara langsung memengaruhi kualitas produk akhir. Dalam praktiknya, ketidaksesuaian proses penyambungan seringkali menjadi penyebab utama tingginya angka reject, khususnya di area treating. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dalam proses penyambungan dan mengusulkan langkah-langkah optimalisasi guna meningkatkan produktivitas serta menurunkan tingkat reject. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, analisis data produksi, serta wawancara dengan operator dan tim teknis. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab utama reject berasal dari parameter mesin yang kurang tepat, ketidakkonsistenan prosedur kerja, dan kurangnya pelatihan operator. Melalui perbaikan prosedur standar operasi (SOP), pengaturan ulang parameter mesin, serta pelatihan keterampilan teknis, terjadi penurunan angka reject sebesar 20% dan peningkatan produktivitas sebesar 30%. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi proses penyambungan memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi dan efektivitas proses produksi di area treating.
Copyrights © 2025