Artikel ini bertujuan menyelidiki budaya membaca Alkitab dalam bentuk digital dan maupun cetak di tengah perkembangan teknologi yang makin pesat. Hal ini dilatarbelakangi oleh diskusi terkait manfaat dari kedua bentuk Alkitab tersebut yang pada satu sisi mengandung keunggulan, tetapi pada sisi lain mengandung kekurangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif berbasis studi literatur (library research) dan penelitian bibliometrik sebagai metode pelengkap untuk mengkaji literatur yang relevan secara sistematis. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Alkitab cetak maupun alkitab digital bermanfaat bagi para pembaca. Meskipun demikian terdapat juga keunggulan maupun kekurangan. Keunggulan Alkitab digital yaitu, kemudahan akses kapan saja, fitur pencarian praktis, serta keberagaman versi dan bahasa dalam satu perangkat. Di sisi lain, keunggulan Alkitab cetak meliputi pengalaman membaca yang lebih fokus, keterhubungan emosional yang lebih kuat, serta kebebasan dari ketergantungan teknologi. Selai itu, kekurangan dan tantangan dari kedua bentuk Alkitab tersebut, antara lain keterbatasan baterai pada digital dan risiko kerusakan fisik pada cetak, serta pengaruh preferensi personal dalam kenyamanan membaca. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah bahwa, pemilihan antara Alkitab digital dan cetak sangat bergantung pada kebutuhan dan gaya hidup pembaca di era teknologi saat ini.
Copyrights © 2025