Abstract. Gender inequality in Muslim communities is often linked to misunderstandings of Islamic teachings found in the Qur’an. In recent decades, Muslim feminist scholars have offered renewed interpretations that highlight the principles of justice and equality. One prominent figure in this movement is Asma Barlas, whose works, including Believing Women in Islam and its Indonesian translation Cara Al-Qur’an Membebaskan Perempuan, have become important references for scholars who seek to challenge patriarchal readings of the Qur’an. This study investigates the interpretive approach developed by Barlas and explores how her ideas contribute to a more equitable understanding of Qur’anic teachings. This research uses a qualitative method that focuses on the exploration of meaning through reflective and interpretive analysis. A library research technique is applied to examine a wide range of written sources that explain the hermeneutical foundations used by Barlas. The findings show that Barlas presents a reading of the Qur’an that emphasizes liberation and moral equality. She argues that biased interpretations arise from the influence of patriarchal structures, not from the Qur’anic text. Through a hermeneutic method that considers historical context and present circumstances, she offers a framework that supports gender justice and provides an alternative path for interpreting the Qur’an in contemporary Muslim thought. Abstrak. Ketimpangan gender dalam masyarakat Muslim sering dikaitkan dengan pemahaman yang kurang tepat terhadap ajaran Islam dalam Al-Qur’an. Kondisi ini mendorong munculnya para pemikir feminis Muslim yang menawarkan pembacaan ulang teks suci dengan penekanan pada nilai keadilan dan kesetaraan. Salah satu tokoh yang berpengaruh dalam arus pemikiran ini adalah Asma Barlas. Karyanya yang berjudul Believing Women in Islam dan terjemahannya Cara Al-Qur’an Membebaskan Perempuan telah menjadi acuan penting dalam studi tafsir feminis. Penelitian ini bertujuan menelaah metode penafsiran yang dikembangkan oleh Barlas serta melihat kontribusinya dalam menghadirkan pemahaman Al-Qur’an yang lebih egaliter.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menekankan analisis makna melalui pembacaan reflektif dan interpretatif. Teknik studi pustaka diterapkan untuk menelusuri berbagai sumber tertulis yang menjelaskan dasar hermeneutika yang digunakan oleh Barlas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barlas menawarkan cara membaca Al-Qur’an yang menonjolkan pembebasan dan keadilan moral. Menurutnya, penafsiran yang bias tidak muncul dari teks Al-Qur’an, tetapi dari kerangka sosial patriarkal yang mempengaruhi para penafsir. Melalui metode hermeneutika yang memperhatikan konteks sejarah dan keadaan masa kini, ia menghadirkan kerangka penafsiran yang mendukung keadilan gender dan memberi arah baru bagi kajian tafsir kontemporer.
Copyrights © 2025