Artikel ini mengkaji kontribusi peradaban Islam terhadap sains modern, dengan penekanan khusus pada peran signifikan para ilmuwan Muslim. Peradaban Islam mencapai puncaknya antara abad ke-8 hingga ke-15 M dan menjadi pusat penelitian ilmiah dunia, yang didorong oleh kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Salah satu ilmuwan berpengaruh tersebut adalah Al-Khwarizmi, seorang cendekiawan Muslim yang hidup dan berkarya di Bayt al-Hikmah (House of Wisdom) di Baghdad. Kontribusi terpenting Al-Khwarizmi adalah dalam bidang matematika modern, sehingga ia dijuluki sebagai “Bapak Aljabar.” Karya terkenalnya, Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabar wal-Muqabala (Buku Aljabar dan Metode Penyelesaiannya), masih diterima secara luas di seluruh dunia dan menjadi jembatan menuju perkembangan sains modern. Pemikiran Al-Khwarizmi menunjukkan pendekatan ilmiah peradaban Islam yang sistematis, rasional, dan berbasis observasi. Dengan demikian, ia menjadi contoh konkret bagaimana ilmuwan Muslim meletakkan fondasi penting bagi sains modern.
Copyrights © 2025