Tingkat turnover intention yang cukup tinggi di Dealer Mobil Bekas Rara Jaya Motor (RJM) menunjukkan adanya persoalan mendasar terkait pengelolaan beban kerja karyawan. Beban kerja yang tidak seimbang, rangkap tugas antar divisi, serta absennya sistem administrasi dan operasional yang terintegrasi menyebabkan proses kerja berjalan secara manual dan menimbulkan tekanan fisik maupun mental. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kenyamanan kerja, tetapi juga memicu munculnya keinginan karyawan untuk meninggalkan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk beban kerja yang dialami karyawan dan menjelaskan bagaimana beban tersebut berdampak pada peningkatan turnover intention. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksplanatif melalui wawancara mendalam dengan pemilik dealer dan karyawan aktif yang memiliki keinginan untuk mengundurkan diri dari perusahaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tumpang tindih tugas, tuntutan target penjualan, serta kurangnya tenaga pendukung menjadi sumber utama beban kerja berlebih. Dampaknya meliputi menurunnya motivasi, melemahnya kualitas pelayanan, meningkatnya biaya rekrutmen dan pelatihan, serta menurunnya produktivitas tim secara keseluruhan. Implikasi penelitian menegaskan bahwa RJM perlu melakukan perbaikan struktural melalui penataan pembagian kerja, penguatan sistem pendukung, dan pelatihan yang berkelanjutan guna menekan turnover intention serta memastikan keberlanjutan operasional jangka panjang.
Copyrights © 2025