Terminal pelabuhan yang ada di Kabupaten Buton Utara beroperasi di bawah potensinya, terutama karena keterbatasan kapasitas yang memengaruhi arus penumpang dan kargo, sirkulasi pengguna dan kendaraan yang tidak efisien, fasilitas yang tidak memadai, dan kondisi fisik infrastruktur terminal yang memburuk. Berdasarkan pernyataan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan Terminal Pelabuhan Penyeberangan Labuan memerlukan restorasi atau revitalisasi. Wacana ini menggunakan metodologi arsitektur, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metodologi arsitektur mencakup proses desain bangunan yang menggabungkan sumber data, metode akuisisi data, sintesis konsep, dan representasi grafis. Iklim tropis Kabupaten Buton Utara berdampak signifikan pada kenyamanan penumpang di dalam terminal, khususnya terkait suhu interior dan eksterior yang meningkat. Hal ini juga memengaruhi radiasi, aliran udara, dan kurangnya integrasi cahaya alami dan pemanenan air hujan. Arsitektur tropis adalah metodologi arsitektur yang dirancang khusus mengatasi tantangan iklim tropis, sehingga memastikan kenyamanan penghuni. 1. Fasilitas di Terminal Pelabuhan Penyeberangan Labuan Tipe B dinilai melalui analisis komparatif dan observasi lapangan penulis. 2. Bangunan Terminal Pelabuhan Penyeberangan Labuan Tipe B di Kabupaten Buton Utara dirancang dengan konsep arsitektur tropis untuk memitigasi potensi permasalahan yang diakibatkan kondisi iklim
Copyrights © 2025