Penelitian ini bertujuan mengembangkan model dinamika sistem untuk mengefisienkan biaya bahan bakar dalam distribusi sampah anorganik oleh Komunitas Baraya Pisman RW 7, Bandung, yang menghadapi kendala distribusi tidak efektif akibat kurangnya koordinasi, keterbatasan armada (saat ini 1 motor dan 1 mobil pick-up yang digunakan), tingginya biaya operasional bahan bakar, dan pemilahan sampah yang belum optimal. Dengan menggunakan pemodelan dinamika sistem berbasis simulasi AnyLogic, diuji dua skenario optimasi terhadap biaya bahan bakar tahunan, yang pada kondisi eksisting (Skenario 0) mencapai Rp18.290.206,68. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Skenario 1 (menggunakan 2 motor dan 1 mobil) menghasilkan biaya bahan bakar sebesar Rp10.440.053,982, sementara Skenario 2 (menggunakan 1 mobil pick-up tanpa motor) menghasilkan biaya paling efisien, yaitu Rp9.965.888,36. Oleh karena itu, solusi yang paling optimal adalah membatasi penggunaan kendaraan pada mobil pick-up Baraya Pisman karena konsumsi bahan bakar yang lebih rendah, dengan tetap mendorong peningkatan infrastruktur, koordinasi antarpihak, serta edukasi masyarakat untuk pemilahan sampah agar distribusi dapat berjalan lebih lancar dan berkelanjutan
Copyrights © 2025