BUMDes Bandung di Kabupaten Pandeglang mengalami kendala dalam mengembangkan usaha minuman kopi inovatifnya akibat masalah legalitas dan formalitas, salah satunya adalah belum adanya sertifikasi halal untuk minuman kopi segar yang dijual di kafe, serta pemahaman terhadap kewajiban perpajakan yang masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing BUMDes melalui pendampingan terpadu yang memadukan inovasi produk dengan penyelesaian aspek legal. Metode yang diterapkan adalah pemberdayaan partisipatif, mencakup pelatihan barista, pendampingan pendaftaran NPWP, dan simulasi aplikasi halal daring. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, dimana kategori pemahaman "tinggi" melonjak dari 10% menjadi 80%. Luaran nyata program ini antara lain: (1) terwujudnya varian baru "Kopi Pandan" hasil kolaborasi Kopi Puhu dan Lafebco Untirta; (2) terealisasinya sertifikasi halal mandiri untuk produk minuman; serta (3) tuntasnya proses pendaftaran NPWP. Program ini membangun fondasi hukum dan inovasi yang berkelanjutan bagi BUMDes.
Copyrights © 2025