World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa penyakit tidak menular (PTM) telah menjadi penyebab kematian hampir 70% jiwa di dunia. Hal ini membuat agenda 2030 (SDGs) menjadikan isu penyakit tidak menular sebagai sebuah tantangan utama. Salah satu penyakit tidak menular yang cukup menjadi perhatian di Indonesia adalah diabetes melitus (DM) dimana diperkirakan pada tahun 2030 akan mencapai 1,3 juta penyandang. Penelitian ini mencoba melihat dari sudut pandang komunikasi melalui konsep tindakan komunikatif dalam penyelesaian masalah (CAPS) yang merupakan bagian dari Situational Theory of Problem Solving (STOPS). Teori ini menyatakan bahwa orang berkomunikasi secara aktif dan instrumental untuk menyelesaikan masalah dan tindakan dipicu oleh respons kognitif mereka terhadap masalah dan motivasi untuk mengatasi situasi. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan komunikatif penyandang DM yang dilihat melalui variabel dalam CAPS yaitu information seeking, information attending, information forefending, information permitting, information forwarding, dan information sharing. Kajian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada para penyandang DM di kota Jakarta secara purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif univariat melalui tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penyandang DM tergolong kepada komunikator aktif dalam tindakan untuk memecahkan masalahnya.
Copyrights © 2025