Kajian ini mengkajipenafsiran ualam kontemporer tentang individualis perempuan dalam al-quran perempuan adalah bagian dari Islam dan perempuan memiliki posisi penting dalam Islam. Islam sangat menghormati perempuan, Islam juga menganggap wanita dan pria memiliki kedudukan yang sama. Dimana Islam sangat menganjurkan pendidikan bagi perempuan, serta memiliki peran sosial yang tidak kalah pentingnya dengan laki-laki, hal ini dibuktikan dengan keberadaan figur publik perempuan di bidang politik, ekonomi, kesehatan, dan lain sebagainya. Perempuan juga memiliki peran dalam keluarga dan rumah tangganya, karena perempuan adalah pemimpin dalam rumah tangganya bahkan saling melengkapi dan membutuhkan. Tidak ada diskriminasi kotomi dan peran antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan dan laki- laki memiliki hak dan peran yang sama untuk mengaktualisasikan diri dalam masyarakat. Karena banyaknya perempuan yang pada saan ini dipandang lemah oleh para laki-laki akan tetapi dizaman sekarang sudah banyak perempuan yang lebih dari seorang laki-laki. Fokus penelitian tertuju pada empat tokoh perempuan utama dalam Al-Qur’an: siti hawa, Maryam, Asiyah, dan ibu Nabi Musa. Temuan menunjukkan bahwa ketiga mufasir, meskipun memiliki manhaj berbeda akidah-sentris, akademik-fiqh, dan kontekstual-humanis sepakat bahwa kehebatan perempuan yang tersebut dalam al-quran ditentukan oleh kualitas iman, keteguhan, tawakkal, kecerdasan, dan keberanian moral, bukan oleh gender atau posisi sosial.
Copyrights © 2025