Ketidakstabilan emosi pada mahasiswa sering muncul akibat tuntutan akademik dan tekanan sosial sehingga diperlukan strategi yang mudah diakses untuk mengelola afek negatif. Penelitian ini bertujuan menggambarkan peran zikir, khususnya pengulangan istighfar, sebagai mekanisme regulasi afektif dalam mereduksi bad mood pada mahasiswa. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi praktik zikir, dan dokumentasi terhadap sepuluh partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen utama terdiri atas pedoman wawancara semi-terstruktur dan lembar observasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik zikir yang konsisten membantu menurunkan ketegangan emosional, kejenuhan, dan pikiran negatif, sekaligus meningkatkan ketenangan, kejernihan kognitif, dan kesadaran spiritual. Zikir berfungsi tidak hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai proses psikospiritual yang memulihkan keseimbangan batin. Temuan ini menunjukkan bahwa zikir dapat dijadikan strategi regulasi diri yang efektif untuk mengatasi bad mood pada mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.
Copyrights © 2025