Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi sumber air tanah dengan menggunakan metode survei geolistrik yang dipadukan dengan analisis geologi dan hidrogeologi di lokasi penelitian. Survei dilakukan pada dua titik pengukuran Vertical Electrical Sounding (VES) untuk memperoleh informasi mengenai kedalaman muka air tanah, kualitas akuifer, serta produktivitasnya sebagai dasar perencanaan pembangunan sumur bor. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedalaman muka air tanah bervariasi, yaitu sangat dangkal pada titik VES 1 (±0,7 m) dan lebih dalam pada titik VES 2 (±3,4 m). Akuifer pada kedua titik tergolong baik untuk air tawar dengan nilai resistivitas antara 13,5 – 74,8 Ωm. Produktivitas akuifer pada VES 1 lebih unggul dibandingkan VES 2, ditunjukkan oleh ketebalan akuifer yang lebih besar (>100 m) serta nilai resistivitas yang lebih tinggi. Dari segi kualitas data, VES 1 juga lebih prospektif dengan tingkat error lebih rendah (3,07%) dibandingkan VES 2 (4,0%). Berdasarkan hasil penelitian, titik VES 1 direkomendasikan sebagai lokasi pengeboran utama. Kedalaman sumur yang disarankan adalah 80 – 100 m untuk menjangkau lapisan akuifer produktif, dengan konstruksi sumur berupa casing pada kedalaman 0 – 20 m untuk mencegah kontaminasi, serta pemasangan screen pada interval 40 – 100 m sesuai dengan zona akuifer utama. Dengan rancangan tersebut, sumur bor diperkirakan mampu menghasilkan debit air yang maksimal, stabil, dan berkelanjutan bagi kebutuhan masyarakat
Copyrights © 2025