Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan sensus harian pasien rawat inap terhadap kualitas pelaporan RL 1.2 di Rumah Sakit Y. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kelengkapan dan ketepatan waktu dalam pengelolaan sensus harian, yang menjadi dasar utama dalam penyusunan laporan RL 1.2 rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, observasi langsung, serta studi kepustakaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 7 responden yang berasal dari unit terkait dalam proses pelaporan rawat inap. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi α = 10% (0,1) dengan tingkat kepercayaan 90%, diperoleh hasil t hitung < t tabel, yang berarti pelaksanaan sensus harian pasien rawat inap berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelaporan RL 1.2. Besarnya pengaruh pelaksanaan sensus harian terhadap kualitas laporan adalah 91,4%, sedangkan 8,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini (error term). Data indikator pelayanan rumah sakit tahun 2024 memperkuat hasil tersebut. Nilai-nilai indikator menunjukkan kesesuaian dengan standar ideal, dengan hasil: BOR 84%, LOS 4 hari, TOI 1 hari, BTO 84 kali, NDR 16 per 1000 pasien keluar, dan GDR 21 per 1000 pasien keluar. Hal ini menandakan bahwa kualitas kegiatan pelayanan dan pelaporan di Rumah Sakit Y secara umum telah memenuhi kategori ideal, terutama dalam aspek operasional dan pengelolaan data rawat inap. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa permasalahan dalam pelaksanaan sensus harian, antara lain: Kolom keterangan cara pasien pulang masih terpisah dari jurnal sensus harian pasien rawat inap, sehingga berpotensi tercecer. Terdapat ketidaklengkapan pengisian jurnal sensus harian pasien rawat inap. Belum tersedia buku ekspedisi atau tanda terima rekapitulasi jurnal sensus harian pasien rawat inap. Berdasarkan hasil penelitian ini, disampaikan beberapa saran bagi pihak rumah sakit, yaitu: Kolom cara pasien pulang sebaiknya digabungkan dalam jurnal sensus harian agar data tidak mudah hilang atau tercecer. Rumah sakit perlu mengadakan rapat internal rutin antara unit Urinfokes dengan ruang perawatan untuk membahas dan memastikan ketepatan waktu penyerahan jurnal sensus harian pasien rawat inap. Menyusun pedoman kelengkapan jurnal harian sesuai peraturan dan standar administratif rumah sakit. Dengan perbaikan berkelanjutan terhadap sistem dan kedisiplinan dalam pelaksanaan sensus harian, diharapkan kualitas pelaporan RL 1.2 di Rumah Sakit Y dapat meningkat secara signifikan dan menjadi model pengelolaan data rawat inap yang efektif bagi rumah sakit lain.
Copyrights © 2025