Pelayanan musik gereja memiliki peran sentral dalam membangun suasana ibadah. Dalam konteks gereja yang melayani anak berkebutuhan khusus (ABK), fungsi musik menjadi lebih kompleks karena harus menyesuaikan dengan karakteristik jemaat yang memiliki kebutuhan komunikasi, emosional, dan kognitif yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis manajemen pelayanan musik gereja serta fungsi musik dalam konteks Gereja ABK Eben Haezer Salatiga. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelayanan musik di Gereja ABK Eben Haezer memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan gereja Kristen pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan khusus jemaat yang dilayani. Setiap pelayan musik di gereja ini diwajibkan memiliki kemampuan komunikasi dalam bahasa isyarat, yang memungkinkan interaksi yang efektif dan inklusif dengan jemaat berkebutuhan khusus. Selain itu, musik gereja dalam konteks ini memiliki tiga fungsi utama antara lain musik sebagai pengiring utama dalam ibadah yang menciptakan suasana khidmat dan mendukung tata liturgi, musik berperan sebagai terapi yang memberikan efek positif secara emosional dan psikologis bagi jemaat, dan musik menjadi media ekspresi jemaat kepada Tuhan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi gereja-gereja lain yang ingin mengembangkan pelayanan musik yang inklusif dan relevan dalam konteks jemaat berkebutuhan khusus.
Copyrights © 2025