Irfanda Rizki Harmono Sejati
Unknown Affiliation

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

BIOLA DALAM SENI PERTUNJUKAN GANDRUNG BANYUWANGI Harmono Sejati, Irfanda Rizki
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v12i2.2517

Abstract

Gandrung adalah salah satu seni pertunjukan tradisi yang cukup populer di kalangan masyarakat Banyuwangi Jawa Timur. Bentuk Gandrung merupakan perkembangan dari seni pertunjukan Seblang yang juga terdapat di Banyuwangi. Terdapat beberapa instrumen unsur-unsur gamelan yang digunakan untuk iringan musik Gandrung Banyuwangi, antara lain: kendang, ketuk, kempul, gong, kluncing (triangle), angklung, dan saron. Dalam perkembangannya, instrumen Biola dimasukkan sebagai tambahan musik iringan dalam seni pertunjukan Gandrung bersama dengan masuknya kebudayaan Barat yang dibawa pada masa kolonial  Belanda. Pola permainan instrumen Biola pada iringan Gandrung Banyuwangi mempunyai ciri khas tersendiri yang sangat berbeda dengan pola permainan instrumen biola pada musik barat. Dalam perkembangannya juga, instrumen Biola menjadi salah satu instrumen pokok pada seni karawitan Banyuwangi pada umumnya dan seni pertunjukan Gandrung pada khususnya, sehingga instrumen Biola dianggap penting dalam musik iringan seni pertunjukan Gandrung. Adapun fokus penelitian dalam penulisan ini mengulas instrumen Biola dalam seni pertunjukan Gandrung, antara lain: (1) latar belakang dan bentuk penyajian kesenian Gandrung Banyuwangi, (2) teknis permainan biola pada seni pertunjukan Gandrung Banyuwangi, dan (3) fungsi atau kegunaan pemain biola  pada seni pertunjukan Gandrung Banyuwangi Gandrung is one of popular traditional performance arts among Banyuwangi people at East Java. The form is a modification of Seblang performance art, which is popular at Banyuwangi. Among several musical instruments used in Gandrung include kendang, ketuk, kempul, gong, kluncing (triangle), angklung, and saron. In its following performances, violin was included as additional musical accompaniment in Gandrung along with the incoming western culture brought by the Dutch colonialists. The pattern of violin instrument has its own typical features different from that of western violin musical performance. In the following times, violin becomes one of core instruments in Banyuwangi musical performance in common and Gandrung performance art in particular, so that it is considered being important in Gandrung music accompaniment. The focus of the research includes (1) background and form of Gandrung musical performance at Banyuwangi, (2) techniques of violin performance in Gandrung, Banyuwangi, (3) function or use of violinists in Gandrung performance art, Banyuwangi.
Mimicry and Hybridity of “Congrock Musik 17” in Semarang Sunarto, Sunarto; Sejati, Irfanda Rizki Harmono; Utomo, Udi
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 20, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v20i1.24563

Abstract

Keroncong, a slow and crooning music, serves as the art and culture that reflects Indonesian identities. This music style still exists today, particularly in Semarang that is widely known as an urban area. The resistance of such music is actualized with the process of mimicry and hybridity of keroncong and rock music, causing pros and cons that lead to a crisis. The performed mimicry and hybridity is a negotiation in identity construction that takes place in ambivalent behavior as a strategy to survive from the crisis. Building an identity of Congrock (keroncong and rock) is carried out to explore the mediation form in the third space, enabling the outlining of the position of Congrock identity in Semarang. A case study, an art research method, and historical reading were employed to interpret the existing phenomenon. The result indicated that the Congrock identity was the result of mimicry and hybridity that was formed due to the hegemony in Indonesia. Mimicry and hybridity had become the most important point because they took place in an urban area, such as Semarang. The integration of local and global cultures in Congrock generated a new identity in society as the third space and created a gray zone in Congrock, i.e., the area between the form of imitation and cross-cultural music integration. The position of Congrock in Semarang became a symbol of freedom in negotiating locality while partially articulating modernity.
The Influence Of Church Music On The Enthusiasm Of The Gereja Beth-El Tabernakel Kristus Alfa Omega (GBT KAO) Juwana Congregation In Attending Worship Simanjuntak, Michael; Sejati, Irfanda Rizki Harmono
Jurnal Seni Musik Vol 10 No 2 (2021): December, 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsm.v10i2.52929

Abstract

Gereja Beth-El Tabernakel Kristus Alfa Omega (GBT KAO) Juwana is one of the churches in Juwana with a diverse congregation. With this diversity, GBT KAO Juwana tries to provide worship that is considered capable of the needs of all congregations through the music presented. The problem that is often encountered in churches today is the lack of enthusiasm of the congregation when worship is taking place. Therefore, the formulation that can be studied in this study is how the influence of church music on the enthusiasm of the GBT KAO Juwana congregation in attending worship. This study used quantitative research methods. The data collection technique in this study used a questionnaire. The collected questionnaires were processed using a simple linear regression analysis technique using SPSS. The results show that (1) the correlations table obtained Pearson Correlation of 0,707 > 0,312 and a significance value of 0,000 < 0,05, (2) the coefficients table obtained 6,168 > 1,697 and 0,000 < 0,05 significance values, (3) the ANOVAa table obtained f count of 38,048 > 4,098 and a significance value of 0,000 < 0,05, (4) the model summary table obtained R square value of 0,500 = 50,0%. The conclusions in this study indicate that church music has a 50% effect on the enthusiasm of the GBT KAO Juwana congregation in attending worship.
Martin Luther dan Reformasi Musik Gereja Sunarto Sunarto; Irfanda Rizki Harmono Sejati
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humanisme memicu Reformasi Protestan di awal abad ke-16. Di Jerman, Martin Luther (1483-1546) ada dalam daftar pengaduan ke pintu Gereja Kastil di Wittenberg pada tahun 1517, ia dalam barisan panjang individu untuk menyuarakan keberatan terhadap berbagai praktik Gereja. Reformasi pertengahan abad ke-16 merupakan upaya yang lebih sistematis dan positif untuk menahan atau memenangkan kembali orang percaya ke Gereja Katolik Roma, sebagian melalui ajaran dan praktik, sebagian melalui musik. Pengaruh Luther memastikan pendekatan yang lebih liberal terhadap liturgi dan musiknya. Seorang biarawan Agustinus dengan pelatihan, dan seorang tradisional oleh Luther berusaha untuk melestarikan sebanyak mungkin upacara Gereja kuno (termasuk plainchant dan polypony), hanya melarang elemen-elemen itu. Martin Luther dianggap sebagai Bapa Reformasi dan meskipun ia berkhotbah tentang perlunya kembali ke iman Kristen Alkitab ia juga mendukung musik. Dia sendiri yang bermain lute dan seruling. Teolog Jerman dan pendiri Gereja Lutheran. Dia mempengaruhi semua reformator Gereja abad ke-16 ke tingkat yang lebih besar atau lebih kecil oleh tulisan-tulisan dan kegiatannya, tetapi tidak seperti beberapa dari mereka, Luther memberikan tempat yang penting untuk musik. Artikel ini menjelaskan peran penting Martin Luther dalam perkembangan musik liturgi Kristen di Eropa.
Kreativitas Aransemen Musik Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Pondok Daud, Kabupaten Bondowoso Ritchie Manuel Pratama; Irfanda Rizki Harmono Sejati
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol 5 No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v5i1.376

Abstract

Tim Musik GPPS Pondok Daud Bondowoso adalah pelayan ibadah pada bidang musik yang terdapat di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Pondok Daud, Kabupaten Bondowoso. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami kreativitas musik dan aransemen musik pada lagu yang dinyanyikan oleh tim musik GPPS Pondok Daud Bondowoso. Metode penelitian pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah kreativitas musik yang berupa aransemen lagu rohani yang dinyanyikan tim musik GPPS Pondok Daud Bondowoso meliputi penggubahan pada bagian intro, interlude, akor, dan coda. Aransemen pada intro berupa penggubahan dari bagian reff lagu yang dimainkan oleh instrumen melodis, kemudian aransemen pada interlude berupa penggubahan akor terdiri dari 8 birama yang dimainkan oleh instrumen melodis, kemudian aransemen pada akor terdapat pada setelah bagian interlude, kemudian aransemen pada coda berupa penggubahan akor yang terdiri dari 4 birama. Kreativitas yang berupa aransemen lagu dapat mengatasi perbedaan jenis musik yang dinyanyikan untuk berbagai kalangan umur pada gereja berdenominasi Pantekosta, khususnya di GPPS Pondok Daud Bondowoso.
Proses Kreativitas Aransemen Lagu Lir-Ilir Oleh Grup Musik Rungon Wresthi Irfanda Rizki Harmono Sejati; Ghazian Arka Fikry
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v4i1.79

Abstract

Creativity is a thought or idea that exists in a person to create new things that have never been thought of by others, including in terms of arrangement. In the arrangement there is a process of creation, because the music to be arranged is the basic material, while the music that has been arranged must contain overall plus values ​​both in chords, melodies, accompaniment patterns, fillers and counter melodies. Rungon Wresthi is one of the music groups located in the city of Semarang. This musical group has its own uniqueness and charm in presenting its musical creativity. This study uses a qualitative research method with descriptive exposure, with the aim of revealing the creative method and background of the Rungon Wresthi music group in composing songs. The results of this study can be seen from the four elements of creativity from Rhodes' theory which show how Rungon Wresthi has creativity in creating works which in this context are in the form of Lir-Ilir song arrangements.
Kreativitas Musikal Guru dalam Pembuatan Aransemen sebagai Materi Pembelajaran Biola Kursus Musik Shinning Star School Tegal Lutfiani Maulina Maulina; Irfanda Rizki Harmono Sejati
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol 6 No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v6i1.490

Abstract

Shinning Star School adalah lembaga pendidikan non formal yang bergerak di bidang kursus musik yang terdapat di Kota Madya Tegal dan berdiri pada tahun 2011. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan kreativitas guru dalam mengajar biola dan proses pembelajaran biola di Shinning Star School Tegal. Metode penelitian pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian tindakan. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah kreativitas guru dalam membuat aransemen lagu genre pop luar negeri sebagai variasi materi dalam pembelajaran biola untuk siswa biola tingkat menengah (intermediate stage) dan tingkat lanjut (advanced stage). Aransemen lagu genre pop luar negeri dibuat oleh guru melalui 5 tahapan, diantaranya 1) Mencari beberapa referensi lagu genre pop luar negeri melalui google, internet maupun Youtobe, 2) Memilih beberapa lagu genre pop luar negeri, 3) Membuat aransemen beberapa lagu genre pop luar negeri yang telah dipilih, 4) Menulis hasil aransemen beberapa lagu genre pop luar negeri secara manual, 5) Memasukkan teknik-teknik gesekan, dinamika dan tempo yang berbeda pada setiap lagu yang telah dipilih. Proses pembelajaran biola dilakukan dengan metode Suzuki Violin School Vol.2 dan Suzuki Violin School Vol.3 lalu dilanjutkan dengan memainkan lagu genre pop luar negeri yang sudah diaransemen serta ditulis oleh guru.
Pengelolaan Pembelajaran Musik di Sekolah Luar Biasa Yapenas Yogyakarta Kajian Kecerdasan Majemuk Irfanda Rizki Harmono Sejati
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol 6 No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v6i1.507

Abstract

Sekolah Luar Biasa Yapenas Yogyakarta merupakan yayasan yang memberikan fasilitas kegiatan pembelajaran anak berkebutuhan khusus yaitu anak autis, tuna daksa, tuna rungu dan tuna grahita. SLB Yapenas memberikan pembelajaran musik untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan siswa baik kognitif, afektif dan psikomotor. Tujuan penelitian sebagai kajian pengelolaan pembelajaran musik di SLB Yapenas Yogyakarta sangat penting mengingat karakteristik pembelajaran yang berbeda dengan sekolah umum. Teori yang digunakan dalam kajian ini menggunakan teori kecerdasan majemuk. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan diuraikan secara deskriptif analisis. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan kepala sekolah, bagian kurikulum, guru kelas, guru musik dan siswa sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukan pengelolaan pembelajaran musik yang sangat terstruktur, mulai dari mempersiapkan RPP dan silabus, media yang disesuaikan dengan karakteristik siswa, proses pembelajaran sampai dengan evaluasi siswa yang dikaji menggunakan kajian kecerdasan majemuk (multiple Intelligences). Kesimpulan dari penelitian diketahui bahwa pengelolaan pembelajaran musik di SLB Yapenas Yogyakarta sangat efektif sesuai dengan kompetensi dasar dan disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran yang ada di sekolah luar biasa. Hasil dari evaluasi pembelajaran musik menunjukan kecerdasan majemuk yang dimiliki siswa SLB Yapenas Yogyakarta.
THE EFFECTIVENESS OF BLENDED LEARNING-BASED LEARNING METHODS IN PIP VIOLIN SUBJECTS AT SMK NEGERI 8 SURAKARTA Witantri Catri Daniswari; Irfanda Rizki Harmono Sejati
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 1 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v25i1.2617

Abstract

Learning in Indonesia has experienced the impact of changes in learning activities due to the Covid-19 pandemic which has been spreading for around two years. The obvious change happen is in the learning process itself, some of the efforts that teachers has to prepare, such as adjusting the learning strategies and the learning methods accordingly.The purpose of this study is to describe the application of PIP violin learning with blended learning-based methods so it can run effectively. PIP Violin is a violin practice subject at SMK Negeri 8 Surakarta. In its application using drill and discourse learning methods which are implemented in blended learning (offline and online).The result of this research is that the learning process runs effectively, because by combining offline and online learning the learning process runs flexibly and there is no less learning. Effective learning aspects are seen from the learning process, student responses, communicative learning, management of learning activities and student learning outcomes.Keywords: Learning Effectiveness; Learning methods; Blended Learning; Violin LearningEFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN BERBASIS BLENDED LEARNING PADA MATA PELAJARAN PIP BIOLA DI SMK NEGERI 8 SURAKARTA ABSTRAK  Pembelajaran di Indonesia mengalami dampak perubahan pada kegiatan pembelajaran dikarenakan adanya pandemi covid 19 yang mewabah selama kurang lebih dua tahun. Perubahan yang jelas terjadi ialah pada proses pembelajarannya ,beberapa upaya yang perlu disiapkan guru seperti menyesuaikan strategi pembelajaran dan metode pembelajaran yang sesuai.              Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penerapan pembelajaran PIP biola dengan metode berbasis blended learning sehingga dapat berjalan efektif. PIP Biola merupakan mata pelajaran paktek biola yang berada di SMK Negeri 8 Surakarta. Dalam penerapannya menggunakan metode pembelajaran drill dan ceramah yang diimplementasikan secara blended learning ( luring dan daring).     Hasil dari penelitian ini adalah proses pembelajaran berjalan efektiv, karena dengan menggabungkan pembelajaran luring dan daring proses pembelajaran berjalan fleksibel dan tidak terjadi less learning. Aspek pembelajaran efektiv dilihat dari proses pembelajarannya, respon siswa, pembelajaran yang komunikatif, pengelolaan kegiatan pembelajaran dan hasil pembelajaran siswa.Kata Kunci: Efektivitas Pembelajaran; Metode Pembelajaran; Blended Learning;  Pembelajaran Biola
Musik “Sparkle”: Konstruksi Karya Grup Musik Radwimps pada Film Animasi Jepang “Kimi No Na Wa” Arif Rahman Hidayat; Irfanda Rizki Harmono Sejati
PROMUSIKA Vol 11, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v11i1.9406

Abstract

Film animasi Jepang “Kimi no Na Wa” dan lagu berjudul “Sparkle" yang menjadi musik ilustrasi atau musik pengiring pada film ini sangatlah terkenal di kalangan pecinta film animasi Jepang. Dimana sejak film tersebut dirilis pada tahun 2016 bahkan hingga saat ini, film ini masih termasuk dalam daftar Top 10 Most Popular Anime yang menduduki posisi sepuluh, juga menduduki posisi empat dalam daftar Top Anime Movies dengan rating 8.91 bintang pada situs database dan komunitas anime terbesar di dunia, myanimelist. Penelitian ini difokuskan kepada analisis bentuk musik ilustrasi “Sparkle” dan fungsi musik ilustrasi ini pada adegan inti film “Kimi no Na wa” pada durasi 1:25:01. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi bentuk dan fungsi dari musik ilustrasi “Sparkle” yang mengiringi suatu adegan inti pada film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan musikologi. Lingkup kajian dari penelitian difokuskan pada bentuk dan fungsi musik ilustrasi “Sparkle” pada film animasi Jepang berjudul “Kimi no Na wa” karya grup musik Radwimps. Data yang diperoleh pada penelitian ini diperoleh dengan cara observasi dan dokumentasi.AbstractMusic for "Sparkle": Construction by Radwimps on Japanese Animated Film "Kimi No Na Wa". The Japanese animated film "Kimi no Na Wa" and the song "Sparkle", which serves as the accompanying music or music for this film, are viral among Japanese animation film lovers. Since the film was released in 2016, even today, this film is still included in the list of Top 10 Most Popular Anime, which occupies the tenth position, also occupies the fourth position in the list of Top Anime Movies with a rating of 8.91 stars on the largest anime database and community site in the world, minimalist. This research focuses on the analysis of the form of the illustration music "Sparkle" and the function of this illustration music in the main scene of the film "Kimi no Na wa" at 1:25:01. The purpose of this research is to identify the form, function, and atmosphere of the musical illustration "Sparkle" which accompanies a core scene in the film. This study used a qualitative descriptive research method with a musicological approach. The scope of study of this research is focused on the form and function of the musical illustration “Sparkle” in the Japanese animation film “Kimi no Na wa” by the band Radwimps. The data obtained in this study were obtained through observation and documentation.Keywords: music analysis; Kimi no na wa; anime; radwimps