Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pengaruh budaya organisasi, kompetensi pegawai, dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di UPT Puskesmas Cikijing. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif dengan melibatkan sampel sebanyak 80 pegawai yang dipilih untuk merepresentasikan kondisi aktual di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi, kompetensi, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai berada pada kategori cukup hingga tinggi. Temuan tersebut menggambarkan bahwa secara umum Puskesmas Cikijing telah memiliki lingkungan kerja yang kondusif, meskipun beberapa aspek, terutama terkait kinerja teknis pegawai, masih memerlukan peningkatan lebih lanjut. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan kontribusi sebesar 18,1%. Kompetensi pegawai menjadi faktor paling dominan dengan kontribusi sebesar 54,5% terhadap kinerja. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 72,6%, yang menegaskan pentingnya sinergi antara nilai organisasi dan kemampuan individu dalam membentuk kinerja optimal. Selain itu, kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan kontribusi sebesar 81,5%. Hubungan antarvariabel juga menunjukkan bahwa budaya organisasi memengaruhi kepuasan kerja baik secara langsung sebesar 6,4% maupun tidak langsung melalui kompetensi sebesar 11,4%, sehingga total pengaruhnya mencapai 17,8%. Kompetensi memberikan pengaruh langsung sebesar 40,6% dan tidak langsung sebesar 11,4%, dengan total pengaruh 52%. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan kerja berfungsi sebagai variabel intervening yang memperkuat hubungan antara budaya organisasi dan kinerja pegawai, sehingga menjadi faktor strategis dalam meningkatkan efektivitas kerja di lingkungan puskesmas.
Copyrights © 2026