Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam dinamika komunikasi interpersonal antara atlet dan pelatih di Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Tarung Derajat KONI Jawa Timur, khususnya dalam konteks pelatihan intensif menjelang kompetisi besar. Komunikasi interpersonal memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang efektivitas latihan, peningkatan motivasi, penguatan kesiapan mental, serta pembentukan hubungan kerja yang harmonis. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai bagaimana interaksi komunikasi dibangun, hambatan yang dihadapi, dan strategi adaptif yang dilakukan oleh kedua belah pihak menjadi sangat diperlukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berparadigma interpretatif dengan desain deskriptif, melalui wawancara mendalam serta observasi partisipan terhadap empat atlet dan dua pelatih yang terlibat langsung dalam proses latihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi muncul dari berbagai faktor, seperti perbedaan persepsi, tekanan emosional, kelelahan fisik akibat intensitas latihan, serta ketidaksesuaian gaya penyampaian pesan, yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu suasana latihan. Meskipun demikian, pelatih dan atlet mampu mengatasi hambatan tersebut melalui strategi penyesuaian komunikasi yang meliputi pengaturan intonasi, peningkatan keterbukaan, pemberian ruang dialog, regulasi emosi, serta penerapan empati untuk membangun pemahaman yang lebih baik. Adaptasi komunikasi tersebut berdampak pada terbentuknya hubungan interpersonal yang lebih harmonis, meningkatnya rasa percaya, serta bertambahnya motivasi atlet dalam mengikuti program latihan. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal yang empatik, terbuka, dan responsif merupakan fondasi utama dalam mendukung kualitas pembinaan serta pencapaian prestasi optimal di lingkungan Puslatda Tarung Derajat KONI Jawa Timur.
Copyrights © 2026