Efisiensi operasional dan optimalisasi penjadwalan produksi merupakan faktor penentu bagi daya saing dalam lingkup industri manufaktur dan fabrikasi modern. Perusahaan dituntut untuk mampu merancang sistem yang menjamin produk berkualitas tinggi sekaligus dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang optimal. Penjadwalan produksi yang tidak efisien akan berimplikasi langsung pada peningkatan biaya overhead dan risiko keterlambatan pengiriman, sehingga menyebabkan kerugian finansial serta penurunan kepercayaan konsumen. Penelitian ini secara spesifik menganalisis permasalahan inefisiensi waktu pada proyek fabrikasi produk JN 123 di PT AAA. Produk utama yang menjadi objek studi adalah pressure vessel (bejana tekan) yang proses fabrikasinya menuntut presisi dan waktu pengerjaan yang lama. Diketahui bahwa jadwal pengerjaan produk JN 123 ini memerlukan durasi yang panjang, yaitu 232 hari kerja. Tujuan utama penelitian ini adalah mengevaluasi perencanaan jadwal tersebut dan merumuskan penjadwalan baru yang optimal. Metode yang digunakan adalah Metode Jalur Kritis (Critical Path Method), karena mampu mengidentifikasi lintasan kritis dan menentukan durasi minimum penyelesaian proyek. Metode ini diterapkan pada analisis jaringan kerja proyek untuk mengidentifikasi lintasan kritis yang terdiri dari 14 aktivitas krusial (A-B-C-E-F-P-Q-R-S-T-U-V-W-X). Hasil dari optimalisasi waktu menunjukkan bahwa durasi tercepat yang dapat dicapai adalah 381 jam atau setara 40.7 hari kerja. Hasil tersebut memberikan efisiensi waktu sebesar 82.4% dari jadwal awal perusahaan. Implikasi dari temuan ini adalah rekomendasi untuk menggunakan jadwal optimal dengan metode jalur kritis sebagai standar operasional baru, guna meningkatkan laju produksi, menekan biaya, dan menjamin ketepatan waktu pengiriman produk.
Copyrights © 2026