Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan SMA Negeri 18 Palembang sebagai sekolah penggerak untuk mengoptimalkan transformasi digital melalui pelaksanaan program kelas maya berbasis Learning Management System (LMS). Program ini menjadi solusi strategis atas keterbatasan ruang belajar pasca lonjakan peserta didik pada PPDB 2023, sekaligus mendorong inovasi pembelajaran yang lebih fleksibel dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif pelaksanaan program kelas maya, mengidentifikasi kendala yang muncul dalam implementasinya, serta menganalisis solusi yang diterapkan sekolah guna meningkatkan efektivitas pembelajaran digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program kelas maya telah berjalan optimal melalui pengelolaan lima aspek utama: manajemen pengguna, manajemen konten pembelajaran, komunikasi dan kolaborasi, penilaian, serta pelacakan dan pelaporan. Guru dan siswa mampu memanfaatkan fitur LMS secara aktif, didukung pelatihan teknis dan pedoman konten yang terstandar. Meskipun demikian, ditemukan kendala berupa keterbatasan SDM dalam penyusunan laporan berkala, kendala teknis jaringan, serta variasi kemampuan digital pengguna. Kendala tersebut berhasil diatasi melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur internet, serta pendampingan intensif bagi guru. Secara keseluruhan, implementasi program kelas maya berbasis LMS di SMA Negeri 18 Palembang terbukti efektif mendukung mutu pembelajaran digital melalui integrasi teknologi, manajemen sekolah yang adaptif, serta peningkatan kapasitas guru dalam pengelolaan pembelajaran daring.
Copyrights © 2026