Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) telah mengubah pola belajar siswa, termasuk di pendidikan vokasi. Namun, pemanfaatan AI oleh pelajar SMK dan keterkaitannya dengan capaian belajar masih belum dipahami secara memadai, terutama karena penggunaan aplikasi AI generatif terus meningkat sementara pemahaman siswa mengenai implikasi pedagogis dan risikonya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola penggunaan AI di kalangan siswa SMK dan menganalisis manfaat serta kendala yang muncul dalam proses pembelajaran. Pendekatan mixed methods digunakan untuk memperoleh pemahaman komprehensif melalui integrasi data kuantitatif dan kualitatif. Sebanyak 69 siswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) mengisi kuesioner mengenai intensitas dan tujuan penggunaan AI, sedangkan wawancara semi-terstruktur dilakukan untuk menelusuri lebih dalam motivasi, pengalaman, dan persepsi siswa. Analisis deskriptif digunakan untuk memetakan pola penggunaan AI, sementara korelasi Pearson menghitung hubungan antara frekuensi penggunaan AI dan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi seperti ChatGPT, Google Gemini, dan Cici AI telah terintegrasi kuat dalam aktivitas belajar siswa, terutama untuk memahami materi, mencari referensi, dan mempercepat penyelesaian tugas. Manfaat utama meliputi peningkatan efisiensi waktu, motivasi, dan kemandirian belajar. Namun, ditemukan pula hambatan signifikan berupa keterbatasan akses internet, kendala bahasa, serta potensi ketergantungan yang dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan menawarkan pemahaman empiris tentang praktik penggunaan AI di level vokasi dan menegaskan urgensi pengembangan kebijakan sekolah serta strategi pedagogis yang memastikan penggunaan AI secara etis, produktif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi berpikir kritis.
Copyrights © 2026