Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Poverty Alleviation In Disruption Era: A Study Of Social Entrepreneurship And John Dewey's Idea Of Humanity Chandra, Maria Helena; Adam Yordan Leki Tamukun
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 4 No. 01 (2025): International Journal of Economics, Business and Innovation Research( IJEBIR)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poverty as a complex problem that affects all levels of society, has become a global issue that requires serious attention. Its widespread impact, which includes low access to education, health, and economic opportunities, requires the search for effective and sustainable solutions. Poverty alleviation is not about economic improvement, but also about the fulfilment of human rights in order to realize a decent life for each individual. This is where the role of social entrepreneurship becomes very important, with a focus on creating innovative and socially impactful solutions that can address the root causes of poverty. John Dewey's idea of humanity, with its emphasis on the importance of education, community participation and moral values, provides a strong philosophical foundation for the practice of social entrepreneurship. This research aims to analyse the impact of social entrepreneurship in overcoming poverty, focusing on the role of education, access to resources, and community empowerment. The research method uses a literature study by linking the innovative model of social entrepreneurship with Dewey's idea of humanity as an alternative solution to solving the problem of poverty in Indonesia. The results provide empirical evidence of the effectiveness of social entrepreneurship in reducing poverty and improving people's quality of life. The implications of this research strengthen government, private, and community initiatives to encourage the growth and sustainability of social entrepreneurship business models based on the principles of humanity in every policy step taken. Moreover, social entrepreneurship is an effective force in creating sustainable and equitable social change for all stakeholders.
PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM RITA BARBERSHOP Maria Helena Chandra; Faustus Efendi Miki
Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis
Publisher : Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrmb.v19i2.250

Abstract

ABSTRACT Barbershop is a business that is experiencing rapid growth in Indonesia, including in Nita District, Sikka Regency, East Nusa Tenggara Province. One of the barbershop that capitalizes on this momentum is Rita Barbershop, which not only focuses on haircutting services, but also implements CSR (Corporate Social Responsibility). This study aims to explore more deeply the implementation of CSR at Rita Barbershop which plays a role in providing economic, social, and environmental benefits to the surrounding community, especially for the Ritapiret Higher Seminary Community. This research uses a qualitative case study approach to explore the implementation of CSR at Rita Barbershop and its impact on the Ritapiret Community. A review of relevant literature highlighted the importance of CSR in creating a balance between profit, people and planet. Data was collected through in-depth interviews, field observations, and documentation. The results showed that the implementation of CSR at Rita Barbershop has improved the affordability of hair shaving services, empowered the community, and strengthened social relations. This research is expected to provide insights for other sustainable micro-enterprises. Keywords: Corporate Social Responsibility, Social Entrepreneurship, Rita Barbershop. ABSTRAK Barbershop merupakan bisnis yang sedang mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia, termasuk di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Salah satu barbershop yang memanfaatkan momentum ini adalah Rita Barbershop, yang tidak hanya fokus pada layanan potong rambut, tetapi juga menerapkan CSR (Corporate Social Responsibility). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam terkait implementasi CSR di Rita Barbershop yang berperan dalam memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi komunitas sekitar, khususnya untuk Komunitas Seminari Tinggi Ritapiret. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus untuk mengeksplorasi penerapan CSR di Rita Barbershop dan dampaknya terhadapa Komunitas Ritapiret. Kajian literatur yang relevan menggarisbawahi pentingnya CSR dalam menciptakan keseimbangan antara profit, people, dan planet. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CSR di Rita Barbershop telah meningkatkan keterjangkauan layanan cukur rambut, memberdayakan komunitas, dan memperkuat hubungan sosial. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan wawasan bagi usaha mikro lainnya yang berkelanjutan. Kata Kunci: Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Kewirausahaan Sosial, Rita Barbershop.
Rancang Bangun Sistem Aplikasi Kasir Untuk Thya Septiyani Store Pia, Katarina; Soni, Makario Yulianus; Yunita, Maria Ardiana; Sugo, Maria Marsha Putri Andiny; Chandra, Maria Helena
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4013

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan aplikasi kasir digital pada Thya Septiyani Store sebagai respons terhadap keterbatasan sistem pencatatan transaksi dan pemantauan stok yang masih dilakukan secara manual dan rentan menimbulkan kesalahan input, keterlambatan informasi penjualan, serta inefisiensi operasional. Rendahnya pemanfaatan aplikasi kasir terintegrasi pada usaha mikro memperlihatkan perlunya solusi digital yang tidak hanya sesuai dengan kapasitas operasional skala kecil, tetapi juga mampu menyediakan data yang akurat, cepat, dan siap digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas operasional toko dan wawancara mendalam dengan pemilik sebagai pengguna utama sistem. Informasi yang diperoleh kemudian digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan fungsional, menilai kesesuaian rancangan aplikasi, dan mengevaluasi dampak implementasi terhadap efektivitas proses bisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kasir digital yang dikembangkan mampu meningkatkan akurasi pencatatan transaksi, mempercepat proses layanan pelanggan, dan menyediakan pembaruan stok secara real-time melalui mekanisme pembaruan otomatis. Fitur laporan penjualan harian memungkinkan pemilik mengakses data yang lebih reliabel dan tepat waktu, sehingga memperkuat proses evaluasi produk, penentuan kebutuhan stok, dan strategi pengadaan barang. Implementasi sistem juga terbukti menurunkan beban administratif dan meminimalkan risiko kesalahan yang lazim terjadi dalam pencatatan manual. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur mengenai adopsi teknologi informasi pada UMKM, khususnya integrasi fungsi transaksi, stok, dan pelaporan dalam platform digital berbasis kebutuhan usaha mikro. Secara praktis, temuan penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi proses kasir berperan signifikan dalam meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, dan profesionalisme pengelolaan usaha pada UMKM.
Analisis Penggunaan Artificial Intelligence (AI) di Kalangan Pelajar SMK Negeri 3 Maumere Chandra, Maria Helena; Indriani, Maria Novi; Afrisia, Hermina; Masan, Fransiskus; Kartija, Maria Amelia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4217

Abstract

Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) telah mengubah pola belajar siswa, termasuk di pendidikan vokasi. Namun, pemanfaatan AI oleh pelajar SMK dan keterkaitannya dengan capaian belajar masih belum dipahami secara memadai, terutama karena penggunaan aplikasi AI generatif terus meningkat sementara pemahaman siswa mengenai implikasi pedagogis dan risikonya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola penggunaan AI di kalangan siswa SMK dan menganalisis manfaat serta kendala yang muncul dalam proses pembelajaran. Pendekatan mixed methods digunakan untuk memperoleh pemahaman komprehensif melalui integrasi data kuantitatif dan kualitatif. Sebanyak 69 siswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) mengisi kuesioner mengenai intensitas dan tujuan penggunaan AI, sedangkan wawancara semi-terstruktur dilakukan untuk menelusuri lebih dalam motivasi, pengalaman, dan persepsi siswa. Analisis deskriptif digunakan untuk memetakan pola penggunaan AI, sementara korelasi Pearson menghitung hubungan antara frekuensi penggunaan AI dan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi seperti ChatGPT, Google Gemini, dan Cici AI telah terintegrasi kuat dalam aktivitas belajar siswa, terutama untuk memahami materi, mencari referensi, dan mempercepat penyelesaian tugas. Manfaat utama meliputi peningkatan efisiensi waktu, motivasi, dan kemandirian belajar. Namun, ditemukan pula hambatan signifikan berupa keterbatasan akses internet, kendala bahasa, serta potensi ketergantungan yang dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan menawarkan pemahaman empiris tentang praktik penggunaan AI di level vokasi dan menegaskan urgensi pengembangan kebijakan sekolah serta strategi pedagogis yang memastikan penggunaan AI secara etis, produktif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi berpikir kritis.
Initial Purchase Decision: A Gender Differences Perspective Besli, Eugenius; Chandra, Maria Helena; Sami'un, Defitroh Chen
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol. 9 No. 3 (2025): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i3.108

Abstract

This study aims to investigates gender differences in online purchase decision-making by analysing the influence of key factors among men and women. An independent t-test is employed to examine behavioural distinctions, while multiple regression is used to assess the strength of these influencing variables. The findings reveal only slight differences between men and women in their online shopping behaviour. However, the order of influence is consistent across both genders, with store ratings having the strongest impact, followed by live streaming shopping and consumer reviews. Despite the similar order, women are found to be more actively involved in online shopping and show a higher sensitivity to these factors compared to men. These findings highlight gender's influence on consumer behaviour and help businesses refine digital design, marketing, and service strategies to suit each group's preferences.
Model Kewirausahaan Sosial Koperasi Seminari Tinggi Ritapiret dalam Perspektif Teori Kapabilitas Amartya Sen Chandra, Maria Helena; Animing, Efrem Hayon Santri; Jeharu, Frederikus Randi; Naput, Benediktus Yanuardi; Ngganggu, Lazarus Prasatio
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1142

Abstract

enelitian ini menganalisis peran Koperasi Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret dalam mengimplementasikan praktik kewirausahaan sosial melalui perspektif Teori Kapabilitas Amartya Sen. Kajian mengenai integrasi pendekatan kapabilitas dalam praktik koperasi pada lingkungan sosial-keagamaan masih jarang dibahas, terutama pada komunitas tertutup seperti seminari, sehingga diperlukan pemahaman lebih mendalam mengenai bagaimana nilai kemanusiaan diterjemahkan dalam tata kelola koperasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-interpretatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan pengurus koperasi, komunitas seminari, dan masyarakat sekitar. Analisis tematik digunakan untuk menelusuri pola kontribusi koperasi terhadap penguatan kapabilitas anggota dan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dan tata kelola koperasi secara konsisten memperluas kapabilitas komunitas melalui peningkatan kesejahteraan material dan non-material, perluasan ruang partisipasi dalam proses pengambilan keputusan, serta penguatan solidaritas sebagai modal sosial. Koperasi berfungsi tidak hanya sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai wahana pembentukan kemampuan, aspirasi, dan relasi sosial yang mencerminkan prinsip human capability. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya pemahaman mengenai penerapan Teori Kapabilitas dalam kewirausahaan sosial berbasis nilai. Secara praktis, temuan ini menawarkan model pemberdayaan berbasis kapabilitas yang dapat diadaptasi oleh lembaga sosial-keagamaan untuk mendukung pembangunan manusia yang lebih inklusif dan berkeadilan.   This study analyzes the role of the St. Petrus Ritapiret High Seminary Cooperative in implementing social entrepreneurship practices through the perspective of Amartya Sen's Capability Theory. Studies on the integration of the capability approach in cooperative practices in socio-religious environments are still rarely discussed, especially in closed communities such as seminaries, so a deeper understanding is needed of how human values are translated into cooperative governance. This study uses a qualitative approach with descriptive-interpretative methods through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving cooperative administrators, the seminary community, and the surrounding community. Thematic analysis was used to trace patterns of the cooperative's contribution to strengthening the capabilities of its members and the community. The results show that cooperative programs and governance consistently expand community capabilities through improvements in material and non-material welfare, expanded participation in decision-making processes, and strengthened solidarity as social capital. Cooperatives function not only as economic institutions but also as vehicles for building capabilities, aspirations, and social relations that reflect the principle of human capability. Theoretically, this study enriches our understanding of the application of Capability Theory in value-based social entrepreneurship. Practically, these findings offer a capability-based empowerment model that can be adapted by social-religious institutions to support more inclusive and equitable human development.  
Pelatihan Pemasaran Produk melalui Market Place dan Sosial Media di Sanggar Korangsang Manuwalu Maria Helena Chandra; Leoni Octaviyona; Maria Angela Merici; Yohanes Frankoly; Friden Rizal
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v5i1.7199

Abstract

This Community Service (PKM) activity aims to improve digital literacy and online marketing skills of the Korangsang Manuwula Ikat Weaving Studio members in Poma Hamlet, Taka Plager Village, Nita District, Sikka Regency. The partners faced challenges in their limited understanding of social media and marketplaces as promotional tools, as well as the suboptimal utilization of the uniqueness of the traditional production process from cotton processing to natural dyeing in digital marketing strategies. The activity was conducted over five days in October 2025 using a participatory method that included field observations, socialization, training, mentoring, and documentation of the ikat weaving process. The results of the activity showed an increase in participants' ability to manage social media and marketplaces, create digital promotional accounts, and produce content based on local wisdom. Participants were able to showcase the cultural value of weaving through photos, product descriptions, and promotional materials on online platforms. The discussion revealed that the integration of digital marketing into local cultural products had a positive impact on market expansion, cultural identity strengthening, and the sustainability of the creative economy of the Sikka community. This activity demonstrated the effectiveness of collaboration between students and the community in strengthening digital capacity and preserving cultural heritage.
Peran AI dalam Mengoptimalkan Penciptaan Nilai Sosial: Tinjauan Empiris Wirausaha Sosial Digital Chandra, Maria Helena; Sami'un, Defitroh Chen
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6700

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam kewirausahaan sosial menunjukkan perkembangan yang signifikan seiring dengan percepatan transformasi digital di berbagai sektor. Meskipun demikian, kajian empiris yang secara komprehensif menjelaskan bagaimana AI berperan dalam menciptakan nilai sosial pada wirausaha sosial digital, khususnya di konteks negara berkembang, masih relatif terbatas. Kesenjangan ini menimbulkan kebutuhan akan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme strategis dan faktor kontekstual yang memengaruhi efektivitas adopsi AI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam proses pengenalan peluang sosial berbasis data, pengembangan dan inovasi model bisnis sosial, serta perluasan dan pengukuran dampak sosial secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multipel studi kasus pada sejumlah wirausaha sosial digital yang telah mengintegrasikan AI dalam operasionalnya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antarkonsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berfungsi sebagai enabler strategis yang meningkatkan ketepatan identifikasi kebutuhan sosial, memperkuat kapasitas adaptasi organisasi, serta memungkinkan evaluasi dampak sosial yang lebih terukur dan transparan. Selain itu, kapabilitas organisasi, kualitas dan tata kelola data, serta keterlibatan aktif pemangku kepentingan terbukti berperan sebagai faktor yang memoderasi dan memediasi hubungan antara adopsi AI dan penciptaan nilai sosial. Secara teoretis, studi ini memperkaya literatur kewirausahaan sosial digital melalui pengembangan model empiris mengenai integrasi AI dan nilai sosial. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi strategis bagi wirausaha sosial dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi adopsi AI yang berorientasi pada dampak sosial yang inklusif dan berkelanjutan.