Pewarisan sifat pada makhluk hidup didasarkan pada hubungan hierarkis antara DNA, gen, kromosom, dan genom sebagai sistem penyimpan dan pengatur informasi biologis. DNA berperan sebagai molekul dasar yang mengandung instruksi genetik melalui susunan nukleotida yang membentuk gen, yakni unit fungsional yang mengkode protein tertentu. Gen tersusun dalam kromosom, yang memungkinkan distribusi materi genetik secara stabil melalui pembelahan sel dan reproduksi. Pada tingkat keseluruhan, genom mencakup seluruh kumpulan gen serta elemen regulasi yang mengatur ekspresi gen dan respons organisme terhadap lingkungan. Hubungan tersebut menentukan bagaimana sifat fisik, metabolik, dan fisiologis diwariskan dari induk ke keturunan, baik pada organisme sederhana hingga kompleks. Variasi sifat muncul akibat mutasi, rekombinasi genetik, atau perbedaan ekspresi gen yang menyebabkan keragaman fenotipe dalam populasi. Pemahaman tentang struktur dan fungsi DNA serta organisasi genom telah mendorong perkembangan ilmu genetika molekuler, genomik, dan bioteknologi, terutama dalam bidang kesehatan, pertanian, dan konservasi. Teknologi seperti sekuensing genom, rekayasa genetika, dan terapi gen mengungkap bahwa perubahan kecil pada DNA dapat memengaruhi munculnya penyakit genetik maupun adaptasi evolusioner. Oleh karena itu, hubungan antara DNA, gen, kromosom, dan genom merupakan konsep fundamental untuk memahami mekanisme pewarisan sifat sekaligus dasar inovasi ilmiah dalam menangani kelainan genetik, meningkatkan kualitas organisme, dan mendukung kemajuan biologi modern.
Copyrights © 2026