Penelitian ini bertujuan mengkaji kembali konsep Community-Based Tourism (CBT) dalam kerangka pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial, serta menjelaskan peran pendidikan nonformal dalam memperkuat kapasitas komunitas untuk mengelola pariwisata berbasis komunitas secara mandiri. Menggunakan metode kajian literatur terhadap publikasi ilmiah terindeks dalam sepuluh tahun terakhir, penelitian ini menganalisis bagaimana CBT, pendidikan nonformal, dan pemberdayaan masyarakat terintegrasi dalam praktik pembangunan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan CBT sangat dipengaruhi oleh partisipasi warga, tata kelola komunitas, dan kapasitas sosial-ekonomi yang diperkuat melalui pendidikan nonformal. Selain itu, integrasi ketiga komponen tersebut menghasilkan model pembangunan lokal yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan nonformal merupakan pilar strategis yang memastikan keberlanjutan dan keadilan dalam implementasi CBT.
Copyrights © 2025