UMKM berperan penting bagi perekonomian, namun banyak yang tersendat pada fase awal karena keterbatasan manajerial, akses modal, dan kapabilitas digital. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi “dari zero ke hero” bagi UMKM pada tahap awal pendirian usaha. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis–naratif terhadap 20 artikel bereputasi (2017–2025), dihimpun dari basis data nasional dan internasional, disintesis melalui pengelompokan tematik dan perbandingan temuan. Hasil menunjukkan empat poros kunci yang saling menguatkan: (1) fondasi manajerial—literasi keuangan, pengembangan SDM, standar proses/produk—sebagai prasyarat konversi strategi ke kinerja; (2) kapabilitas dan literasi digital yang menghasilkan quick wins (pemasaran digital, e-commerce, pencatatan/pembayaran digital) sekaligus meningkatkan keterampilan kewirausahaan; (3) inovasi model bisnis berbasis data sebagai mediator utama agar investasi digital berdampak pada nilai dan kinerja; (4) orientasi pasar dan kompetensi kewirausahaan—terutama kemampuan mengorganisasi sumber daya serta komitmen strategis—yang mempercepat sensing–deciding–executing dan memungkinkan pivot adaptif. Selain itu, ketahanan (DRM/BCP), kemitraan, dan dukungan kebijakan mempercepat skala. Disimpulkan sebuah roadmap bertahap: perkuat fondasi → eksperimen digital berbiaya rendah → tajamkan inovasi model bisnis berbasis data → bangun ketahanan dan kolaborasi untuk melesat dari launch menuju keunggulan berkelanjutan. Kata Kunci: UMKM; Transformasi Digital; Inovasi Model Bisnis (BMI); Orientasi Kewirausahaan; Literasi Digital.
Copyrights © 2026