Anak-anak di Indonesia, terutama di sekolah atau perkampungan, sangat menyukai olahraga bentengan, permainan tradisional yang dimainkan dalam kelompok. Meskipun menyenangkan, permainan ini mengajarkan strategi, kerja sama tim, kecepatan, dan ketangkasan. Dalam permainan, tujuan menjaga benteng sendiri biasanya berupa tiang, pohon, atau tanda tertentu. Tujuannya adalah menyerang benteng lawan dan mencapai titik di mana pemain lawan tidak dapat menangkap tim lawan. Jumlah pemain biasanya terdiri dari dua tim, masing-masing terdiri dari 5–10 orang, tergantung pada tempat bermain. Penelitian ini mencoba menjelaskan kerja sama dalam masyarakat kota serang. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan 35 perempuan dan 13 laki-laki. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Data yang dihasilkan tersebut selanjutnya diteliti dan analisis menggunakan reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan permainan tradisional masyarakat sudah melakukan dengan baik sesuai indikator kerja sama. Kegiatan permainan tradisional ini dapat dijadikan salah satu alternatif pengembangan kemampuan kerja sama dan sarana pengembangan berbagai aspek perkembangan bagi masyarakat kota serang. Peneliti menemukan bahwa olahraga tradisional adalah salah satu pendekatan alternatif yang mungkin memengaruhi karakter masyarakat kota Serang. Olahraga tradisional benar-benar mempengaruhi masyarakat untuk mempertahankan warisan budayanya.
Copyrights © 2025