Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan Plyometric Single Leg Hop dan latihan Get the Point terhadap peningkatan akurasi shooting jarak jauh pada pemain usia 13 tahun di SSB WEFA Wonosobo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (two group pretest–posttest design) dengan jumlah sampel 30 pemain yang dibagi menjadi dua kelompok perlakuan. Instrumen penelitian berupa tes akurasi shooting yang dilaksanakan sebelum dan sesudah program latihan. Analisis data meliputi uji deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan akurasi shooting pada kedua kelompok latihan. Kelompok Plyometric Single Leg Hop meningkat dari rata-rata 9,80 menjadi 18,07, sedangkan kelompok Get the Point meningkat dari 10,13 menjadi 19,00. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest (Sig. = 0,000 < 0,05), yang berarti kedua latihan efektif meningkatkan akurasi shooting. Namun, uji independent sample t-test menunjukkan nilai Sig. = 0,561 (> 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode latihan. Dengan demikian, kedua model latihan dapat dijadikan alternatif program pembinaan untuk meningkatkan akurasi shooting jarak jauh pada pemain sepak bola usia dini.
Copyrights © 2025