Kegiatan penyuluhan budidaya jamur di Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet, Mojokerto, dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola proses produksi jamur secara lebih efektif dan higienis. Permasalahan utama yang ditemukan mencakup tingginya tingkat kontaminasi baglog, pengaturan kelembaban yang kurang optimal, tata letak kumbung yang tidak efisien, dan minimnya pencatatan produksi. Metode penyuluhan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, ceramah interaktif, demonstrasi teknik, serta pendampingan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan perbaikan signifikan berupa penurunan tingkat kontaminasi dari 18% menjadi 9%, peningkatan kelembaban kumbung dari 70% menjadi 85%, serta kenaikan produksi dari 45 kg menjadi 62 kg per kumbung per bulan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan prinsip manajemen industri—meliputi standar sanitasi, perbaikan tata letak, dan penguatan kontrol lingkungan—berhasil meningkatkan produktivitas dan kualitas budidaya jamur rakyat. Dengan demikian, penyuluhan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas petani dan dapat dijadikan dasar bagi pengembangan program pemberdayaan lanjutan.
Copyrights © 2025