Pembelajaran kimia di SMA kerap menjadi tantangan karena sifatnya yang abstrak, khususnya pada materi rumus kimia, tata nama, dan persamaan reaksi. Berdasarkan observasi di SMAN 11 Padang, banyak peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman konsep dan sikap peserta didik serta hubungan antara keduanya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif denngan teknik simple random sampling pada peserta didik kelas X Fase E. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik Three-Tier dan angket sikap berbasis skala Likert yang dimodifikasi dari CLASS. Instrumen berupa tes diagnostik yang telah divalidasi oleh ahli dan uji reliabilitas, daya beda, serta indeks kesukaran sebelum digunakan pada tiga kelas sampel. Sementara itu, Instrumen angket sikap CLASS telah terbukti valid dan reliabel sehingga tidak perlu dilakukan pengujian ulang. Hasil menunjukkan pemahaman konsep tergolong rendah 21,46%, dengan tingkat miskonsepsi 67,38% dan tidak paham konsep 10,70%. Sebaliknya, sikap peserta didik terhadap pembelajaran kimia tergolong baik. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif yang lemah antara sikap dan pemahaman konsep. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman konseptual.
Copyrights © 2025