Background: Perkembangan teknologi digital telah memunculkan tantangan baru seperti penyalahgunaan teknologi deepfake, yaitu manipulasi gambar, audio, dan video yang menyerupai konten asli. Di kalangan pelajar, pemahaman terhadap bahaya teknologi ini masih rendah. Observasi di SMKN 53 Jakarta menunjukkan bahwa meskipun siswa aktif menggunakan media sosial, mereka belum memahami risiko keamanan digital dan potensi penyebaran konten manipulatif. Tujuan: dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran keamanan siber siswa melalui edukasi tentang bahaya dan pencegahan deepfake. Metode: Workshop interaktif dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, mencakup penyampaian materi, simulasi teknologi menggunakan WeFaceSwap, diskusi kasus nyata, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Juni 2025 dan diikuti oleh 34 siswa kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Hasil: Pre-test menunjukkan sebagian besar siswa memperoleh skor 9–11 dari 15 soal, dan hanya 2 siswa mendapat nilai sempurna. Setelah kegiatan dan post-test, 17 siswa (50%) memperoleh nilai sempurna, dan tidak ada siswa yang mendapat nilai di bawah 10. Kesimpulan: Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahaya deepfake dan pentingnya keamanan informasi digital. Model edukasi ini layak direplikasi sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi digital nasional.
Copyrights © 2025