Background: Di keluarga migran terutama jika istri yang menjadi pekerja migran, pengasuhan anak berpindah ke suami atau keluarga besar lainnya. Penelitian ini (melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat) dilakukan di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh keluarga migran terkait dengan kejadian stunting. Metode: Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari ibu atau pengasuh anak balita bergabung dalam Focus Group Discussion (FGD) dan sebanyak 8 anak balita yang kemudian diukur secara antropometri untuk mengetahui status gizinya. Hasil: Hasil FGD muncul dua pernyataan utama yaitu: “ayam dan telur (protein) adalah untuk ayah” dan “makanan apapun tidak membuat mati”. Kesimpulan: Berdasarkan gambaran ini menunjukkan bahwa pola asuh berkaitan erat dengan budaya lokal yang menentukan pilihan makanan, pemberian makanan dan pembagian makanan yang pada tahap tertentu dapat berpengaruh terhadap kejadian stunting.
Copyrights © 2025