Bank sampah telah berkembang sebagai salah satu inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan di berbagai daerah, terutama di wilayah pedesaan, untuk mengurangi timbunan sampah dan meningkatkan nilai ekonominya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat Bank Sampah Sari Asri di Desa Arjosari melalui pendekatan kemitraan multipihak yang melibatkan pemerintah desa, institusi pendidikan, organisasi kepemudaan, sektor swasta melalui CSR, dan kelompok masyarakat. Metode yang digunakan meliputi peningkatan kapasitas pengelolaan berbasis pemuda, membangun kerja sama dengan sekolah mitra untuk pengambilan sampah, serta mengenalkan praktik ekonomi sirkular melalui pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pakan maggot, serta sistem tabungan sampah anorganik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan jumlah nasabah (170–200 rumah tangga), peningkatan volume pengumpulan sampah (hingga 100 kg per pengumpulan), serta tambahan pendapatan masyarakat sekitar Rp1 juta per siklus pengumpulan. Secara sosial, program ini menghidupkan kembali keterlibatan pemuda dalam kegiatan lingkungan, sedangkan secara lingkungan berhasil mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan. Program ini menjadi contoh praktik kolaboratif yang dapat direplikasi di desa lain sebagai model penguatan kelembagaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kemitraan.
Copyrights © 2025