Background: Desa Kendung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan berkat tanahnya yang subur dengan hasil utama seperti padi, jagung, singkong, dan tembakau. Namun, masyarakat masih kurang berinovasi dalam mengolah hasil pertanian sehingga hanya dijual langsung atau disetorkan ke BUMDES. Kepala Desa Kendung menginginkan adanya pelatihan agar masyarakat dapat lebih kreatif dan mandiri. Selain itu, partisipasi pemuda juga rendah, sehingga komunikasi pemerintah desa dengan masyarakat kurang optimal. Sebagai solusi, tim pengabdian memperkenalkan Koperasi Merah Putih melalui seminar sekaligus membuat website pencatatan keuangan koperasi. Selain itu, diadakan pelatihan pengolahan hasil pertanian, khususnya pembuatan donat tape sebagai bentuk pemberdayaan UMKM. Program ini selaras dengan SDGs dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development) dengan tahapan: Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny, berfokus pada pengembangan berbasis aset lokal.
Copyrights © 2025