Penelitian ini mengeksplorasi dinamika budaya dan ekspresi diri dalam konteks media sosial, dengan fokus khusus pada akun TikTok @queen_ofp. Melalui pendekatan netnografi dan menggunakan teori budaya Hofstede sebagai lensa analitis, penelitian ini menyelidiki bagaimana nilai-nilai budaya diinterpretasikan dan direfleksikan dalam konten media sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa media sosial, khususnya TikTok, berfungsi sebagai platform utama untuk ekspresi diri dan perdebatan nilai budaya, terutama dalam konteks perempuan berhijab yang menampilkan tarian sensual. Temuan ini menyoroti pentingnya praktik digital dalam pembentukan persepsi budaya, dengan pergeseran dari ritual fisik ke digital, dan pergeseran naratif dari fokus pada individu tertentu menjadi ekspresi kolektif. Penelitian ini juga mengungkapkan bagaimana penggunaan simbol dalam konten digital, seperti yang terlihat dalam konten FAKE BODY, dapat mengkomunikasikan pesan budaya yang kompleks. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting untuk pemahaman budaya dalam era digital, menunjukkan peran media sosial dalam membentuk dan merayakan identitas budaya, serta pentingnya pendekatan inklusif dan sensitif terhadap keberagaman budaya dalam media sosial. Penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang bagaimana media sosial mempengaruhi dan memediasi ekspresi budaya dan identitas di era modern.
Copyrights © 2025