Desa Dalang Selemadeg, Tabanan, Bali, memiliki potensi besar sebagai destinasi agrowisata yang mengedepankan pariwisata berbasis komunitas. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan keterampilan bahasa Inggris masyarakat setempat, yang sangat penting dalam melayani wisatawan, baik lokal maupun internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program pelatihan bahasa Inggris berbasis pariwisata dan agribisnis di desa tersebut. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris masyarakat yang terlibat dalam sektor pariwisata berbasis komunitas dan agrowisata. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Peneliti akan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan masyarakat Desa Dalang Selemadeg yang terlibat dalam agrowisata, seperti pemandu wisata, petani, dan pengelola rumah kelas. Selain itu, teknik observasi partisipatif akan digunakan untuk memahami bagaimana interaksi sehari-hari antara masyarakat dan wisatawan berlangsung, serta tantangan dalam komunikasi yang dihadapi, terutama terkait dengan keterampilan bahasa Inggris. Data yang terkumpul akan dianalisis secara induktif dengan teknik analisis tematik untuk mengeksplorasi kebutuhan bahasa Inggris dalam konteks pariwisata berbasis komunitas. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa penggunaan bahasa dapat menunjang aktivitas agrowisata yang ada pada desa samba dengan menggunakan metode pembelajaran Bahasa Inggris.
Copyrights © 2025