Produk terjemahan Al-Qur’an Yayasan Tauhid Indonesia (YATAIN) menghasilkan terjemahan yang berbeda dengan terjemahan Mayoritas Muslim indonesia yang diwakili terjemahan Al-Qur’an oleh kementerian agama. Fokus penelitian ini diarahkan pada model terjemahan yang menggunakan pendekatan faham inkar sunnah. Penelitian ini menggunakan teori intertekstualitas untuk menganalisis keterkaitan dan perbedaan antara produk tafsir Al-Qur’an kelompok inkar sunnah Indonesia (lokal) dengan kelompok terjemahan ahlu qur’an (global). Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi teks. Data utama diperoleh dari terjemahan kelompok Inkar sunnah Indonesia yang dipelopori Nazwar Syamsu dan Minardi Mursid dengan terjemahan Ahlul-qur’an global. Analisis dilakukan dengan membandingkan terjemahan kata kunci tertentu seperti kata “sama’/langit” dalam konteks pengetahuan lokal dan global. Peneliti juga mempertimbangkan latar belakang sosio-kultural para penerjemah, metode terjemahan yang digukan dan dampaknya terhadap pemahaman pembaca. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pendekatan terjemahan. Nazwar Syamsu dan Minardi Mursid cenderung menggunakan metode tafsiriyah dengan konteks ilmiah modern. Sementara terjemahan ahlul-Qur’an global lebih condong pada pendekatan literal. Walaupun sama-sama penganut paham inkar sunnah, keterkaitan intertekstual kedua karya hampir tidak ditemukan. Penelitian ini memberi wawasan baru tentang bagaimana latar belakang penerjemah dan konteks pendekatan yang berbeda mempengaruhi hasil suatu produk terjemahan tertentu
Copyrights © 2025