Penelitian ini mengkaji interaksi simbolik ibu rumah tangga sebagai konten kreator Facebook dengan audiens di Jorong Sukerejo, Pasaman Barat. Ditemukan 36 ibu rumah tangga dengan 42 akun Facebook aktif memproduksi konten. Fenomena ini menarik karena melibatkan pembentukan digital dan penggunaan bahasa Indonesia, Jawa, dan Mandailing. Tujuan penelitian adalah memahami proses interaksi simbolik dalam pembentukan identitas digital serta menganalisis dampak positif dan negatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses interaksi simbolik melibatkan tiga konsep utama: Pikiran (Mind), Diri (Self), dan Masyarakat (Society). Dampak positif mencakup penguatan kohesi sosial melalui konten yang memperkuat ikatan antarwarga, sedangkan dampak negatif berupa tekanan untuk memproduksi konten.
Copyrights © 2025