Krisis energi global menuntut tersedianya sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu potensi energi terbarukan yang banyak tersedia di Indonesia adalah biogas, yang dihasilkan melalui proses fermentasi anaerob bahan organik seperti kotoran sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan baku pembuatan biogas skala sederhana serta menilai potensi sisa hasil fermentasinya (slurry) sebagai produk kompos organik. Metode pembuatan biogas dilakukan menggunakan peralatan sederhana, meliputi tahap pencampuran kotoran sapi dengan air, proses fermentasi dalam kondisi tanpa oksigen, hingga penampungan gas yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kotoran sapi mampu menghasilkan biogas dengan kandungan metana yang cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan energi rumah tangga seperti memasak dan penerangan. Selain itu, residu fermentasi berupa slurry masih memiliki kandungan unsur hara penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium sehingga dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian. Dengan demikian, pemanfaatan kotoran sapi sebagai sumber biogas dan kompos tidak hanya mendukung penyediaan energi terbarukan, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan nilai tambah limbah peternakan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025