Kebijakan Merdeka Belajar digulirkan untuk mendorong pembelajaran yang bermakna dan mendalam, namun implementasinya di sekolah dasar masih beragam. Penelitian ini mengkaji bagaimana penerapan kebijakan Merdeka Belajar dalam mendorong terbentuknya pembelajaran mendalam (deep learning) pada siswa di SDN Kebonsari 4 Malang. Rumusan masalahnya mencakup: pemahaman pemangku kepentingan, bentuk implementasi, serta faktor pendukung dan penghambat. Penelitian bertujuan mendeskripsikan ketiga aspek tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merdeka Belajar telah diterapkan melalui kurikulum fleksibel, pembelajaran berbasis proyek, dan asesmen autentik yang mulai menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah siswa, meskipun masih terkendala kapasitas guru, sarana prasarana, dan orientasi nilai orang tua.
Copyrights © 2025