Pengelolaan aplikasi berbasis web di SMKN 1 Nglegok masih menghadapi tantangan dalam efisiensi penggunaan sumber daya server. Peningkatan jumlah pengguna dan kompleksitas aplikasi sering mengakibatkan beban tinggi pada CPU dan memori, yang berdampak pada penurunan performa. Teknologi virtualisasi server berbasis Docker menawarkan solusi dengan isolasi container, skalabilitas, dan manajemen sumber daya yang efisien. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas penerapan Docker pada arsitektur Multiserver dalam meningkatkan efisiensi penggunaan CPU dan memori, serta stabilitas kinerja aplikasi web. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan membandingkan performa aplikasi web sebelum dan sesudah penerapan Docker menggunakan Apache JMeter untuk simulasi trafik, K6 untuk uji beban, serta monitoring dengan Grafana dan Prometheus. Parameter yang diukur meliputi penggunaan CPU, memori, dan waktu respons pada beban 200 hingga 1000 request. Hasil pengujian menunjukkan penurunan penggunaan CPU sebesar 20–35% dan memori 15–30% setelah penerapan Docker. Waktu respons aplikasi tetap stabil di bawah 200 ms meskipun terjadi peningkatan beban hingga 1000 request. Validasi oleh ahli IT dan User Acceptance Testing menghasilkan tingkat kepuasan pengguna lebih dari 85% dengan kategori "Sangat Kuat". Penerapan Docker pada arsitektur Multiserver terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi, menjaga stabilitas performa aplikasi web, dan memenuhi kebutuhan pengelolaan infrastruktur TI di lingkungan pendidikan.
Copyrights © 2025