Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang masih sangat tinggi di Indonesia. Penyakit infeksi ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Termasuk di wilayah Tangerang terutama di wilayah kerja Puskesmas Sindang Jaya. Kasus terbanyak tercatat di Desa Sindang Asih yang termasuk wilayah Sindang Jaya. Menilai efektivitas intervensi diagnosis komunitas dalam menurunkan angka kejadian kasus baru TB paru di Desa Sindang Asih Studi ini menggunakan pendekatan diagnosis komunitas dengan analisis situasi, identifikasi masalah menggunakan Paradigma Blum, penentuan prioritas dengan metode Delphi non-scoring, dan identifikasi akar masalah dengan fishbone diagram. Intervensi dilaksanakan dalam dua tahap berupa penyuluhan TB paru dan pelatihan etika batuk. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi langsung keterampilan peserta. Pemantauan dilakukan dengan metode siklus PDCA (Plan-Do-Check- Act). Terdapat peningkatan rata-rata nilai pre-test dan post-test sebesar 18,94% setelah intervensi pertama. Sebanyak 76,2% peserta mencapai nilai post-test ≥80. Intervensi kedua menunjukkan bahwa seluruh peserta dapat memperagakan etika batuk yang benar. Diagnosis komunitas dengan pendekatan edukasi terbukti meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan TB paru, sehingga dapat menurunkan potensi peningkatan kasus baru TB paru di wilayah tersebut.
Copyrights © 2025