Fenomena bullying dalam pendidikan keperawatan masih menjadi isu kompleks yang sering tersembunyi dan dianggap wajar sebagai bagian dari proses pembentukan mental mahasiswa. Persepsi ini berpotensi menormalisasi perilaku yang merugikan secara psikologis, sosial, dan akademik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi mahasiswa keperawatan terhadap praktik bullying di lingkungan akademik dan praktik klinik, serta strategi yang digunakan dalam mengantisipasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap mahasiswa keperawatan yang pernah mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Analisis data dilakukan secara tematik melalui proses transkripsi, kategorisasi, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu: (1) normalisasi bullying sebagai hal yang dianggap wajar dan bagian dari pembentukan mental; (2) bentuk bullying dominan bersifat verbal dan psikologis yang disamarkan sebagai humor; (3) faktor penyebab meliputi budaya hierarkis, lemahnya sistem pelaporan, dan rasionalisasi kekuasaan senioritas; serta (4) strategi antisipatif meliputi upaya personal (percaya diri, coping mechanism), sosial (dukungan teman dan keluarga), dan institusional (kebijakan, sanksi, serta edukasi anti-bullying). Kesimpulannya, normalisasi bullying merupakan bentuk kekerasan terselubung yang memerlukan intervensi sistemik melalui kebijakan tegas, pelatihan empati, dan budaya akademik berbasis nilai humanistik serta profesional.
Copyrights © 2025