Artikel ini bertujuan mengkaji secara komprehensif integrasi antara deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebagai paradigma baru pendidikan Islam yang humanis, reflektif, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil. Konsep deep learning (pembelajaran mendalam) memfokuskan pada keterlibatan emosional dan reflektif peserta didik, sedangkan Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan mahabbah (cinta) sebagai fondasi spiritual dan nilai moral dalam proses pendidikan. Kajian ini disusun berdasarkan pendekatan studi pustaka terhadap tiga sumber utama: penelitian Hapsari (2025) tentang Kurikulum Cinta dan pembelajaran mendalam di madrasah; penelitian Waliya Purnama Sari, Ahmad Zainuri, dan Saiful Annur (2025) tentang implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di SMA Islam Az-Zahrah Palembang; serta studi Abidin, Zainuri, dan Yasir (2025) tentang peningkatan mutu pendidikan di MI Hijriyah 2 Palembang melalui pendekatan holistik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa integrasi antara KBC dan deep learning mampu memperkuat karakter peserta didik, menciptakan budaya belajar yang menyenangkan, dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar Islam. Namun, tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi guru, fasilitas teknologi, serta belum adanya instrumen evaluasi nilai cinta yang terstandar.
Copyrights © 2025