Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi epistemologi santri Generasi Z di pesantren modern melalui kerangka berpikir bayani, burhani, dan irfani. Transformasi pendidikan pesantren yang ditandai oleh integrasi kurikulum umum, teknologi, dan metode pembelajaran kontemporer telah mengubah pola transmisi pengetahuan yang sebelumnya bersifat tekstual dan tradisional. Sementara itu, karakteristik Generasi Z sebagai generasi digital native—yang memiliki kecenderungan belajar cepat, visual, dan sangat bergantung pada akses informasi instan—mempengaruhi cara mereka memahami teks keagamaan serta membangun pengetahuan. Melalui studi literatur terhadap berbagai sumber terkait pesantren, generasi Z, dan epistemologi Islam, penelitian ini menemukan adanya pergeseran pola berpikir santri dari dominasi bayani menuju pola yang lebih integratif, dengan penguatan nalar burhani dan transformasi praktik irfani. Hasil penelitian menegaskan bahwa pesantren perlu melakukan rekonstruksi epistemologi yang mampu mengakomodasi perubahan kognitif santri Generasi Z tanpa melepaskan akar tradisi keilmuan klasik. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan model epistemologi santri di era digital.
Copyrights © 2025